Zidane Membuat Sesuatu yang Special di Real Madrid

Selama bertahun-tahun di bawah bayangan Barca, Real Madrid sekarang memulai bangkit bersama dengan Zinedine Zidane. Ditunjuk semenjak bulan Januari 2015 mereplace Rafael Benitez, Zidane sudah menjuarai 7 gelar pada 19 bulan terakhir. Piala juara yang baru diraih Zidane bersama dengan Real Madrid merupakan Trofi Super Spanyol. Los Blancos menumbangkan musuh abadinya, Barca, dengan terpaut 5-1 dari 2 pertemuan. Zidane sekarang sebagai manajer ke-3 Real Madrid yang cukup berhasil sepanjang waktu. Dia bermain di bawah Luis Molowny dan legenda Miguel Munoz. Bekas maestro garis tengah tersebut menghasilkan sesuatu yang begitu luar biasa di Real Madrid. Berikut ini 5 argumen kenapa Zidane membuat hal istimewa di Santiago Bernabeu. Adalah situs ini telah melansir sejumlah alasannya yang informasi bola lainnya dapat anda baca pula disana.

Rasa Ikatan Keluarga

Ruang ganti sebagai hal yang kerap sukar dimanage oleh manajer mana saja yang meng-handle Real Madrid. Hal ini dirasakan Jose Mourinho dan Rafael Benitez. Hal itu terwujud sebab Madrid bermaterikan pesepakbola superstar. Tetapi, kondisi itu akan dimanage Zinedine Zidane. Manajer berdarah Prancis itu menghandalkan ikatan family hingga semua punggawa siap berjibaku satu sama lainnya. Terlebih lagi, Zidane memberi keyakinan penuh kepada mereka. Contohnya, tidak sedikit para pendukung Madrid yang inginkan Gareth Bale dan Karim Benzema dilepas kepada bursa transfer di musim panas ini. Tetapi, Zidane masih akan tetap mempertahankan keyakinan pada ke-2 punggawa itu. Alhasil, Karim Benzema tak cuma menghasilkan gol di leg ke-2 Piala Super Spanyol melawan Barca, Jumat (18/8/2017), namun juga memberi salah satu performa terbaiknya bersama dengan Madrid.

Kebijakan Rotasi

Kebijakan rotasi punggawa tidaklah gampang untuk dilaksanakan. Kadang, saat Barca ditangani oleh Pep Guardiola, tak pernah rotasi dilaksanakan manajer 46 tahun itu. Ia selalu menghandalkan skuad unggulan hingga tidak sedikit punggawa yang tidak nyaman sebab kerap menjadi pemanis kursi candangan. Kasus in tidak sama untuk Zinedine Zidane. Ia secara berani merotasi pasukannya, tak kecuali peraturan itu berfungsi bagi punggawa superstar semacam Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. Peraturan Zidane itu membuahkan efek yg bagus. Ronaldo, yang memperoleh waktu rehat, dapat bermain sukses di musim lalu demi menyokong Real Madrid memperoleh gelar La Liga Spanyol dan menjaga piala Liga Champions. Malah, di leg ke-2 Piala Super Spanyol melawan Barca di Santiago Bernabeu, pada Jumat (18/8/2017), di mengistirahatkan Isco, Bale, dan Casemiro yang pada keadaan fit. Sedangkan Ronaldo tidak diturunkan mengingat kena sanksi 5 laga. Buat gantinya, Zidane menghandalkan Lucas Vazquez, Marco Asensio, dan Mateo Kovacic. Alhasil, ke-3 punggawa ini bermain luar biasa dan Madrid pun unggul 2-0.

Berbagai Taktik

Gareth Bale setingkat lebih banyak istirahat ketika Real Madrid mengarungi musim 2016-17. Keadaan ini menciptakan manajer Zinedine Zidane musti putar otak demi menyembunyikan celah yang dilupakan punggawa sayap Timnas Wales tersebut. Zidane kemudian menghandalkan Isco dikarenakan absennya Bale. Dirinya merubah struktur 4-3-3 jadi 4-3-1-2 dengan menaruh Isco di bawah 2 striker. Alhasil, Isco melaksanakan kerjanya itu secara baik. Ketika melawan Barca di leg kedua Piala Super Spanyol, Zidane balik lagi ke struktur 4-3-3 usai memakai 4-3-1-2 di pertandingan pertama. Pergantian strategi ini mengagetkan Barca sebab Los Blancos sungguh-sungguh mendominasi dengan 5 punggawa di garis tengah ketika tidak menggempur.

Beli Pemain

Real Madrid memulai merubah kebijakannya didalam memboyong punggawa anyar. Bila tadinya Los Blancos kerap membeli pemain superstar, antara lain Gareth Bale, Toni Kroos, hingga James Rodriguez. Sekarang, hal itu akan dikurangi Madrid. Sekarang ini, pendekatan kesebelasan di bursa transfer ialah menghadirkan punggawa yang bisa memulai peran besar di masa depan. Tetapi, klub ini pun musti mau menyambut fungsi jadi penghuni kursi pengganti sementara. Pemain-pemain semacam Marco Asensio, Dani Ceballos, Theo Hernandez, dan Jesus Vallejomewakili ideologis baru Madrid. Malah, Isco dan Mateo Kovacic merupakan punggawa bernilai yang sudah menyokong klub itu meskipun juga sebagai penghuni kursi cadangan.

Warisan

Dipercaya mereplace Rafael Benitez jadi manajer semenjak Januari 2015, Zinedine Zidane sudah memberikan 7 trofi juara bagi Real Madrid. Ke7 trofi juara tersebut dimenangkannya pada waktu 19 bulan. Ke7 trofi itu ialah La Liga Spanyol, Liga Champions (2), Piala Super Eropa (2), Piala Super Spanyol, dan Piala Dunia Antarklub. Bagi Liga Champions, Zidane menyumbangkan dirinya jadi manajer pertama yang 2 kali berturut-turut memenangi trofi prestisius itu. Tidak sedikit orang berpendapat apakah Zidane manajer paling baik Real Madrid sepanjang masa. Meskipun hal ini kelewat prematur untuk diperdebatkan, tidaklah dapat dipungkiri torehan yang ditorehkan laki-laki berdarah Prancis itu bersama dengan Real Madrid bisa sebagai peninggalan yang membanggakan. https://agenbola.io/category/berita-bola/prediksi-skor-pertandingan-bola/